Selasa, 03 Mei 2011

OBSERVASI NARASI

A. Pengertian observasi dapat dirumuskan (Junaidi Wawan.2009.)sebagai berikut:
Observasi ialah metode atau cara-cara yang menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung. Cara atau metode tersebut dapat juga dikatakan dengan menggunakan teknik dan alat-alat khusus seperti blangko-blangko, chelist atau daftar isian yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dengan demikian secara garis besar teknik observasi dapat dibagi menjadi dua yaitu:
1. Structured or controlled observation (observasi yang direncanakan, terkontrol)
2. Unstructured or informal observation (observasi informasi atau tidak direncanakan terlebih dahulu).
Pada structured observation, biasanya pengamat menggunakan blangko-blangko daftar isian yang tersusun, dan didalamnya telah tercantum aspek-aspek ataupun gejala-gejala apa saja yang perlu di perhatikan pada waktu pengamatan itu dilakukan. Adapun pada unstructured observation, pada umumnya pengamat belum mengetahui atau tidak mengetahui sebelumnya tentang apa yang harus dicatat dalam pengamatan itu.


Kedudukan observasi di dalam evaluasi
Observasi merupakan metode langsung terhadap tingkah laku sampling di dalam situasi sosial, dengan demikian merupakan bantuan yang vital sebagai suatu alat evaluasi. Melalui observasi, deskriptif objektif dari individu-individu dalam hubungannya yang aktual satu sama lain dan hubungan mereka dengan linkungannya dapat diperoleh. Dengan mencatat tingkah laku ekspresi mereka yang timbul secara wajar, tanpa di buat-buat, teknik observasi menjadi proses pengukuran (evaluasi) itu tanpa merusak atau mengganggu kegiatan-kegiatan normal dari kelompok atau individu yang diamati. Data yang dikumpulkan melalui obsevasi mudah dan dapat diolah dengan teknik statistik konvensional maupun dengan teknologi/ computer.
Jenis – jenis stuasi sosial yang dapat diselidiki dengan observasi yang sangat luas, mencakup bermacam penelitian mengenai tingkah laku fisik, social dan emosional, dari mulai TK, SD, SMP, sampai kepada pengamatan tingkah laku orang dewasa, dipabrik – pabrik, dikantor, dirumah, dalam kelompok diskusi, dan dalam situasi-situasi lain di masyarakat.

Rekanan Narratif akan membantu anda merumuskan deskripsi komprehensif dalam tingkah laku alamiah anak (atau kelompok). Anda seperti halnya orang tua, saudara, atau bahkan anak dapat merekan deskripsi tingkah laku. Rekaman Narrative disebut sebagai rekam anekdot ketika mereka memasukkan beberapa hal yang nampak penting kapada pengobervasi, dan memiliki batasan waktu atau kode spesifik atau beberapa kategori tidak diperlukan. Ketika pengobservasi berusaha untuk merekam tingkah laku ketika terjadi, kita kembali ke rekaman narratif sebagai menjalankan rekaman. Rekam narartive menggambarkan peristiwa tanpa menggunakan prosedur rekaman.
 A.    Global, Semi Global Dan Batasan Deskripsi Tingkah Laku
Observasi dalam rekaman narratif dalam menjadi global, semi global dan batasan (Barker & Wright, 1954). Deskripsi global (juga ditunjuk sebagai graham atau uraian yang luas) fokus pada aksi reflek tingkah laku anak-anak secara keseluruhan. Mereka mungkin menyertakan perbedaan tingkah laku yang spesifik atau membutuhkan pertimbangan kesimpulan. Deskripsi Semi Global berisikan rincian penambahan umum dari tingkah laku minat. Batasan Deskripsi (juga ditunjuk sebagai molekular atau deskripsi yang bagus) mencerminkan rincian spesifik tingkah laku anak atau setting. Contohnya, dalam setiap pasangan berikut, deskripsi (a) global (b) batasan:
(a)Tergesa pergi ke sekolah, (b) tersandung ketika mendekati tangga sekolah,
(a) makan, (b) mengunyak dengan ribut,
(a) Bermain di sekolah, (b) lompat tali
Dibawah ini beberapa contoh Global, Semi Global dan batasan Deskripsi (Barker & Wright, 1954) dalam Suryana Asep:
·         Deskripsi Global: “George memetik biji untuk ibunya” (Deskripsi ini mengidentifikasi episode yang lengkap). Hal ini menunjukkan pada kita bahwa apa yang dilakukan George diamati, tetapi secara relatif kecil tentang bagaimana George melakukan aktivitas tersebut).
·         Deskripsi Semi-Fglobal: “George mengambil sebuah keranjang dari meja dapur dan berjalan keluar, dimana dia menaiki sepedanya dan pergi untuk memetik biji untuk ibunya.”. (Deskripsi tersebut memberikan informasi yang lebih daripada deskripsi yang pertama, tetapi informasi ini masih terbatas dalam memberikan informasi bagaimana aksi yang ditampilkan George).
·         Deskripsi terbatas: “George dengan bibirnya yang gemetar, alis/ kening nya merajut, dan sudut  mulut nya menampik, mengambil keranjang dari meja dapur dan dengan jari-jarinya sebelah kiri dengan elastis menyangkut keranjang, bahunya membungkuk, lengkungan dagunya melawan dada dan kakinya menyeret, berjalan keluar dimana di meletakkan sepedanya dan, dengan kepalanya masih bengkok dia pergi untuk memetik biji untuk ibunya.” (Deskripsi ini memberi kita informasi tentang bagaimana aksi George yang dilakukan. Bibir yang gemetar, alis yang merajut dan kaki yang gemetar memberi kesan bahwa George pergi memetik biji dengan segan dan tidak bahagia. Informasi ini berguna karena ini mengatakan tentang “bagaimana” aksi George dan memberikan informasi penting tentang disposisinya).
B.     Rangkaian Pertimbangan Inferensial
Bentuk observasi naratif adalah rangkaian dari pertimbangan interferensial yang rendah ke pertimbangan interferensial tinggi. Jika anda merekam secara langsung perilaku yang tampak (contoh: perbuatan, aktifitas motorik, verbalisasi), anda membuat pertimbangan interferensial rendah, ketika anda merekam interpretasi berdasarkan tingkah laku yang tampak secara langsung, anda membuat pertimbangan inferensial tinggi. Contoh dari kedua tipe ungkapan menurut (Alessi, 1980). Didalam setiap uraian (a) apakah ungkapan deskriptif tingkah laku (inferensial rendah), sedangkan uraian (b) apakah ungkapan inferensial tingkah laku (inferensial tinggi).
(a)        Dia membanting buku diatas meja, (b) dia frustasi
(a)        Dia memukul Hellen tiga kali dengan tongkat (b) dia marah
(a)        Dia mencapai 100% ketelitian pada tes matematikanya, (b) dia berbakat di matematika
(a)        Dia sering berkata hal-hal yang positif tentang dirinya (b) dia memiliki konsep diri yang bagus.
Uraian Deskriptif Tingkah Laku menghubungkan tingkah laku seperti yang terjadi pada mereka tanpa keterangan. Uraian inferiensial tingkah laku diluar deskripsi tingkah laku, mereka mencoba mengintegrasikan atau berteori. Di awal langkah-langkah rekaman narratif, berkonsentrasilah pada membuat statemen tingkah laku yang deskriptif, menjaga minimum statemen inferensial. Menginterpretasi observasi rekaman data hanya setelah anda memiliki kesempatan untiuk belajar data dengan hati-hati kemudian mengintegrasiobservasi ini dengan informasi yang diperoleh dari sumber lain.
C.    Penggunaan Utama Rekaman Narratif
Anda dapat membuat observasi dalam beberapa seting dan periode waktu, untuk menciptakan kesungguhan suatu gambaran yang menyangku perilaku anak., kelompok atau guru. Dalam penilaian klinis, rekaman naratif  terutama berharga sebagai tanda untuk lebih spesifik dan observasi yang kuantitif. Suatu tanggungjawab menjalankan perilaku anak mungkin menyediakan antaran tentang tingkah laku dan peristiwa lingkungan yang pantas dianalisa lebih lanjut  dan menyarankan hyphotheses tentang faktor yang mengendalikan perilaku target.
Dibawah ini adalah contoh beberapa situasi, dan setting yang mana mungkin anda menggunakan rekaman narratif.
Mengobservasi ketrampilan sosial anak dan ketrampilan komunikasi anak. Rekaman narratif dapat membantu anda untuk belajar tentang ketrampilan sosial anak dan komunikasi anak (Cohen, Stern & Balaban, 1997, Gresham, 1983 Mattes & Omark, 1984).



Iswara. 2008. Pengertian Observasi. http://jurnal-sastra.blogspot.com/2008/12/penelitian-observasi.html (diakses 26 Maret 2011 )

Junaidi, wawan. 2009. Pengertian Observasi dan Kedudukannya. http://wawan-junaidi.blogspot.com/2009/10/pengertian-observasi-dan-kedudukannya.html  (diakses 26 Maret 2011 )

Suryana, Asep.2010. (Barker & Wright). Penelitian Kualitatif. http://file.upi.edu/Direktori/A%20-%20FIP/JUR.%20ADMINISTRASI%20PENDIDIKAN/197203211999031%20-%20ASEP%20SURYANA/Copy%20%284%29%20of%20LANGKAH%20PENELITIAN%20KUALITATIF.pdf (diakses 26 Maret 2011 ) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


ShoutMix chat widget